Jejak Cerita yang Tertinggal di Porsenigama 2025

Sorak sorai, dentuman musik, dan cahaya panggung menjadi saksi penutupan perjalanan panjang Porsenigama 2025—Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada yang selama lebih dari satu bulan menyatukan ribuan mahasiswa dalam semangat kompetisi, kolaborasi, dan kebersamaan. Melalui malam puncak PORSENER-G! KUKUBIMA 2025, Porsenigama 2025 resmi ditutup dengan penuh euforia (29/11).

Porsenigama merupakan ajang perlombaan olahraga dan seni antar fakultas dan sekolah di Universitas Gadjah Mada. Tahun ini, Porsenigama diselenggarakan melalui tiga rangkaian utama: Upacara Pembukaan, Pertandingan Antar Kontingen, dan malam penutupan PORSENER-G! KUKUBIMA 2025. Ketiganya membentuk satu kesatuan perjalanan yang tidak hanya menampilkan prestasi, tetapi juga proses, nilai, dan cerita di baliknya.

Rangkaian kompetisi Porsenigama 2025 berlangsung selama 42 hari, menghadirkan 37 cabang perlombaan yang terdiri atas 23 cabang olahraga dan 14 cabang seni. Seluruh pertandingan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan sekolah di UGM, menjadikan Porsenigama sebagai ruang besar penyaluran minat dan bakat atlet serta seniman muda. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Porsenigama menjadi tempat belajar tentang kerja keras, sportivitas, dan solidaritas lintas disiplin.

Mengusung tema “Jejak Masa, Bekal untuk Melaju”, Porsenigama 2025 mengajak seluruh sivitas akademika untuk menengok perjalanan yang telah dilalui—nilai, pengalaman, dan pembelajaran dari Porsenigama sebelumnya—sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh. Tema ini dipertegas melalui slogan “Ukir Kisah Sejuta Asa, Gelora Langkah Porsenigama”, yang menggambarkan semangat kolektif untuk mengukir cerita penuh harapan dan melaju bersama menuju potensi terbaik.

Puncak dari seluruh rangkaian tersebut diwujudkan dalam PORSENER-G! KUKUBIMA 2025, sebuah perayaan yang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat. Beragam penampilan seni, pertunjukan musik, dan tata cahaya menghadirkan suasana meriah sebagai simbol penutup pesta olahraga dan seni Universitas Gadjah Mada. Acara ini diselenggarakan secara luring dan disiarkan melalui media sosial resmi, memungkinkan semangat Porsenigama dirasakan lebih luas.

Salah satu momen paling bermakna dalam malam puncak ini adalah sesi Apresiasi Kontingen dan Pengumuman Juara. Melalui prosesi Penegakan Kepingan Apresiasi pada Instalasi Apresiasi, setiap kontingen menegaskan bahwa perjalanan panjang kompetisi telah diselesaikan dengan penuh perjuangan. Kepingan tersebut menjadi simbol tuntasnya proses dan “ukiran kisah baru” yang akan dibawa oleh setiap peserta menuju langkah berikutnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Porsenigama selalu menjadi ajang yang dinantikan. Ia menyampaikan bahwa Porsenigama adalah ruang untuk mengasah keterampilan, menggali atlet berprestasi di bidang seni dan olahraga, sekaligus menjadi hiburan bagi sivitas akademika. Lebih dari itu, ia berpesan agar mahasiswa belajar dengan bahagia, saling membantu, membangun solidaritas, serta tetap berpihak pada kebenaran dan keadilan. Tiga kata yang ia sematkan untuk Porsenigama 2025 adalah “Sehat, Cerdas, dan Berprestasi.”

Senada dengan itu, Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa 2025, Matteo Abraham Kobe Susetyo, menekankan bahwa esensi Porsenigama tidak berhenti pada gelar juara. Menurutnya, proses persiapan dan perjalanan kompetisi justru membentuk pribadi yang lebih baik. Ia berharap nilai-nilai kerja keras, kompetisi yang sehat, persatuan, dan persaudaraan yang tumbuh selama Porsenigama dapat terus hidup dalam keseharian mahasiswa UGM. Satu kata yang ia berikan untuk Porsenigama 2025 adalah “Joss.”

Sementara itu, Koordinator Umum Porsenigama 2025, Fatrian Ramadhani, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, supporter, dan elemen Universitas Gadjah Mada yang telah berkontribusi. Dedikasi, kerja sama, dan sportivitas yang ditunjukkan selama penyelenggaraan dinilainya telah menciptakan suasana kompetisi yang positif dan bermakna. Baginya, satu kata yang paling tepat menggambarkan Porsenigama 2025 adalah “Spektakuler.”

Antusiasme serupa juga tercermin dari para peserta. Perwakilan atlet menggambarkan Porsenigama 2025 dengan kata “Gokil”, sementara perwakilan seniman menyebutnya “Amazing.” Kata-kata sederhana tersebut merepresentasikan pengalaman emosional, kebanggaan, dan kesan mendalam yang ditinggalkan oleh Porsenigama tahun ini.

Lebih dari sekadar penutupan, PORSENER-G! KUKUBIMA 2025 menjadi momen refleksi dan perayaan bersama—momen ketika seluruh fakultas bersatu tanpa sekat kompetisi. Di tengah euforia dan nostalgia, terselip harapan dan motivasi baru. Porsenigama 2025 menutup rangkaiannya dengan satu pesan kuat: setiap langkah, setiap perjuangan, dan setiap kisah yang terukir adalah bekal berharga untuk melaju ke masa depan.

Dengan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan apresiasi, Porsenigama 2025 meninggalkan jejak yang tidak hanya tercatat dalam papan skor, tetapi juga dalam ingatan dan hati seluruh sivitas akademika Universitas Gadjah Mada.

Tulisan oleh Radaeva Errisya S

Layout oleh Rizki Nurhidayat

Data & dokumentasi oleh Tim Porsenigama 2025