Beranda Berita Auto Traffic Counter, Inovasi dari Anak Bangsa

Auto Traffic Counter, Inovasi dari Anak Bangsa

oleh Redaksi

Rabu (14/6), telah dipasang alat auto traffic counter di gerbang masuk Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang  berfungsi untuk menghitung jumlah kendaraan bermotor  keluar dan masuk di Fakultas Teknik.  Alat tersebut dipasang atas inisiasi dari Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM.

Urgensi Penggunaan Auto Counter Traffic

Menurut Direktur Direktorat Pengelolaan dan Pengembangan Aset UGM, Henricus Priyosulistyo, “permasalahan utama yang ada adalah lingkungan kampus UGM yang terbuka, dalam arti semua orang bisa masuk sehingga keamanan kampus sulit dikendalikan.” Oleh karena itu diperlukan suatu sistem atau pengaturan tertentu untuk mengatasinya. Beberapa langkah yang sudah pernah diambil adalah menutup Jalan Olahraga untuk kepentingan umum dan mengalihkannya ke jalan yang sedikit memutar.

Cara lain untuk meningkatkan keamanan kampus adalah memasang alat auto traffic counter yang saat ini sudah terpasang. Alat tersebut merupakan karya anak bangsa yang dikembangkan oleh seorang dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan beberapa mahasiswanya. Selama satu bulan ke depan alat tersebut masih akan menjalani masa uji coba untuk memastikan keandalannya, sebelum akhirnya akan diproduksi dalam jumlah yang cukup banyak sehingga dapat dipasang pada empat kluster lainnya dan mungkin nantinya akan dipatenkan.

Cara Kerja dan Pengembangan

Auto traffic counter yang terpasang tersebut memiliki perbedaan dengan alat hitung kendaraan otomatis lainnya. Selain memiliki sensor logam yang ditanam dalam tanah dan dapat menghitung jumlah kendaraan yang melintas, alat tersebut juga dilengkapi sensor Radio Frequency Identification (RFID) yang secara otomatis mampu membedakan kendaraan mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan kendaraan umum melalui stiker yang memuat data pemilik kendaraan dan ditempel dikendaraan yang sudah terdaftar. Akan tetapi, penggunaan stiker tersebut belum akan diterapkan pada semua mahasiswa, dosen, dan karyawan selama satu bulan masa uji coba ke depan. Stiker tersebut hanya akan digunakan oleh beberapa orang perwakilan dari Fakultas Teknik saja.

Apabila dalam satu bulan masa percobaan tidak ditemukan masalah, alat auto traffic counter tersebut juga akan diintegerasikan dengan palang pintu otomatis. Ketika kendaraan yang sudah terdaftar dan sudah tertempel stiker melewati sensor, palang pintu akan terbuka secara otomatis. Sementara itu, mahasiswa, dosen, dan karyawan yang membawa kendaraan tanpa stiker ataupun warga sekitar akan diberikan kartu tamu oleh petugas, setelah itu palang pintu baru akan terbuka dan kartu tersebut harus dikembalikan saat keluar dari lingkungan kampus.

Dengan penggunaan palang pintu otomatis sebenarnya belum menjamin keamanan kendaraan dari tindak pencurian karena pencuri akan tetap bisa melewati palang pintu selama kendaraannya tertempel stiker. Oleh karena itu, untuk pengembangan tahap selanjutnya akan diterapkan aturan untuk menunjukkan kartu identitas seperti kartu mahasiswa, dosen, dan juga karyawan yang akan dicocokkan dengan hasil pemindaian sensor RFID, apabila kendaraan tertempel stiker untuk membuka palang pintu.

Akan tetapi, penerapan aturan untuk menunjukkan kartu identitas belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal tersebut diakibatkan karena yang menjadi perhatian saat ini adalah agar mahasiswa, dosen, dan karyawan UGM terbiasa dengan penggunaan stiker dan palang pintu terlebih dahulu.

Manfaat dari Auto Traffic Counter

Penggunaan alat auto traffic counter yang terintegerasi dengan sensor RFID dan palang pintu diharapkan dapat lebih menjamin keamanan di lingkungan kampus. Penggunaannya juga akan memperingan pekerjaan petugas Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus (SKKK) sehingga tidak perlu melayani semua kendaraan yang melintas, melainkan hanya melayani pengguna kendaraan yang tidak terdaftar saja.

Menurut Prof. Ir. Henricus Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D., diharapkan dari data jumlah kendaraan yang terkumpul pada alat tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya adalah perancangan kapasitas parkir yang diperlukan. Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengetahui jam sibuk pada hari tertentu sehingga jadwal kuliah dapat diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan kendaraan berlebih di lahan parkir.

Artikel Terkait