Beranda Artikel Mulut Alam

Mulut Alam

oleh Redaksi

Jalan-jalan setapak menuju lembang

Dengan sepasang sepatu asa

Asa esok tuk hidup

Asa yang gundah untuk kematian

 

Alam begitu sayangkah dengan manusia?

Hingga tanah memeluk raga manusia

Air begitu rindunya dengan manusia?

Hingga berlari dan mengejar jiwa manusia

 

Alam marah segetar-getar bumi

Manusia terlalu taatkah dengan “berhala canggihnya”?

Kita lupa kepala menegak untuk peduli sesama

Kita lupa kepala merunduk

Untuk merebah kesadaran pada Tuhan

Untuk meredakan keangkuhan yang bersarang

 

Palu menjadi saksi bisu

Sayangnya tanah

Rindunya air

 

Palu pengetuk jiwa kemanusiaan

Yang tertidur pulas di palung hati manusia

 

Ditulis oleh A Arga Batara Herdin.

Artikel Terkait