Beranda Berbagi Dalam Pandemi Perintis Buana

Perintis Buana

oleh Redaksi

Kala cakrawala tak kuasa menahan angkara umat

Tak sadarkan alangkah kusamnya lahapanmu

Meriaplah sukma kecil nan riuh

Berkelana merasuki jiwa di seluruh penjuru

Menari-nari pada simfoni keji nan bengis

 

Detik berdenting membanting masa

PandemiĀ  mencabik para jiwa

Rintihan sang kekasih dengan parau

Atma mulai bergelimpangan tak terkira

 

Riuh pada praja

Menepis sekat rananya jiwa

Dengan berahi dan gelora nan membahana

Membuailah para perintisĀ  buana

 

Atas asumsi wira

Bertubi-tubi pengabuan dengan aura

Menyeruak gubris tiada sumarah

Rela galabah dengan taruhan atma

Bermadah melambaikan kepada dayita

Bersemayamlah kau akan harsa

 

Anggunnya sukmamu

Surya menyeringai hingga Candra berbinar

Hanya sayu sendu yang ku tandakkan

Atas keringat yang kau tuturkan

Layaknya kau lebih dari pundi yang kama

 

Bersamalah menyungsung pertiwi ini

Pupuskan dilema runyam ini

Mengukir angan pada persemayaman

Porak-porandakan pandemi dengan dentuman binar

Sisihkan secuil artamu

Dekapkan perintis dengan siulan manismu

Kelak marcapada bersenandika kembali

 

Ditulis oleh Achmad Rizky Surya.

Artikel Terkait