Beranda Berita Vaksinasi Massal Covid-19 di UGM

Vaksinasi Massal Covid-19 di UGM

oleh Redaksi


Sabtu (14/8), Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengadakan vaksinasi massal Covid-19 dengan kuota 2000 vaksin AstraZeneca di Grha Sabha Pramana (GSP). Peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa UGM tetapi juga masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu proses percepatan vaksinasi, terutama di wilayah Yogyakarta, sehingga target herd immunity lebih cepat tercapai. Dalam pelaksanaannya, UGM dibantu oleh tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat (FKKMK), Gadjah Mada Medical Center (GMC), Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan mahasiswa.

Vaksinasi massal Covid-19 diadakan pada pukul 08.00-12.00 WIB. Menurut penuturan Dokter Luthfi Hidayat sebagai koordinator pelaksanaan vaksinasi dari RSA, kegiatan ini sudah dilakukan sekitar enam kali yang bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan yang lainnya. “Prinsipnya kegiatan tidak hanya dilakukan di sini karena kita di FKKMK juga melakukan vaksinasi untuk umum maupun untuk golongan tertentu,” kata Dokter Luthfi Hidayat. Harapannya, vaksinasi dapat dipercepat mulai dari kelompok kecil sekitar UGM sampai masyarakat luas.


“Kami melihat bila (vaksinasi) hanya dilakukan di pelayanan kesehatan, puskesmas, rumah sakit akan lambat jadinya,” kata Dokter Luthfi Hidayat. UGM sangat aktif mencari vaksin dengan melakukan kerja sama dan melobi pemerintah. Kerja sama dengan pihak ketiga juga dapat memudahkan komunikasi dan menentukan sasaran kelompok masyarakat untuk divaksin. UGM berusaha untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat yang tidak terjangkau pemerintah daerah seperti mahasiswa rantau dan pekerja migran.

Vaksinasi yang dilakukan UGM tergantung dengan persediaan vaksin dan skala prioritas yang ditentukan UGM. Informasi vaksinasi dari UGM dapat diakses melalui media sosial resmi UGM, seperti Instagram. UGM juga telah mendata mahasiswanya yang berada di Yogyakarta untuk vaksinasi. “Tanpa mahasiswanya mencari pun sebenarnya pihak fakultas dan universitas sudah mendata kalian (red: mahasiswa) begitu,” kata Dokter Luthfi Hidayat. Oleh karena itu, jika mahasiswa belum mendapatkan giliran untuk vaksinasi tidak perlu khawatir.


Selama penyelenggaraan vaksinasi massal pasti terdapat peserta yang tidak lolos skrining karena beberapa alasan. Untuk masalah ringan, seperti tekanan darah tinggi, peserta diminta untuk istirahat dan menunggu selama 15 menit agar membaik sehingga dapat dilakukan vaksinasi. Untuk peserta yang tidak memenuhi kriteria, seperti hamil trimester pertama dan terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu dekat, harus menunggu sampai memenuhi kriteria.


Kegiatan vaksinasi dari UGM selalu mendapatkan antusias dan apresiasi yang baik dari masyarakat. “Bagus, sangat rapi, terstruktur gitu,” tutur Ilfa, mahasiswa Ilmu Ekonomi angkatan 2017 setelah melakukan vaksinasi.

Data oleh Alsyafiq Akbar Suryajati
Tulisan oleh Nada Gitalia dan Nabila Alfiyya Husna
Gambar oleh Jalu Eka Paksi

Artikel Terkait