Beranda Berita Gelanggang Expo 2022 : Titik Awal Pengembangan Wadah bagi Gadjah Mada Muda

Gelanggang Expo 2022 : Titik Awal Pengembangan Wadah bagi Gadjah Mada Muda

oleh Redaksi

Jumat, 18 Agustus 2022, bukanlah hari biasa bagi mahasiswa UGM dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Terdapat suatu acara dan kegiatan tahunan yang menarik minat mahasiswa UGM untuk mengikutinya, terutama bagi angkatan 2022. Angkatan muda dengan segudang rasa penasaran yang kerap kali kebingungan dalam melangkah dan menentukan titik awal pengembangan diri mereka. Dari alasan ini, Gelanggang Expo (Gelex) akhirnya diselenggarakan berkat aspirasi dari para mahasiswa.

Gelex atau Gelanggang Expo yang dilaksanakan pada 18-20 Agustus 2022 kemarin merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk membantu serta memfasilitasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) guna mempromosikan kegiatannya kepada para mahasiswa baru. Bentuk promosi ini berupa video perkenalan masing-masing kegiatan dan UKM, pertunjukan pentas, dan pengadaan stand oleh panitia untuk menyampaikan informasi mengenai UKM dan komunitas mereka.

Gelex 2022 sangat berbeda dibandingkan dua tahun yang lalu karena  dilaksanakan secara daring. Pada tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring  dengan tetap mempertahankan sistem daring dalam penyampaian informasi tambahan. Informasi tambahan mengenai UKM disampaikan melalui konten kreatif di media sosial, informasi melalui website, virtual exhibition dan jumpa UKM melalui platform Zoom. Kegiatan acara yang diwujudkan dengan kerja keras dan kerja sama dari 206 panitia, 53 UKM, dan 19 komunitas ini mengusung tema “Sinergi Dalam Kreasi” dengan konsep pesta rakyat dan kampung kebudayaan yang dibuktikan dengan mengajak para peserta dan penonton untuk berbusana kain atau mengandung unsur kedaerahan.

Rangkaian Acara
Gelanggang Expo 2022 disiarkan melalui kanal YouTube Gelanggang Expo UGM dan dilaksanakan secara luring di Lapangan Pancasila UGM—tepat di depan gedung pusat Graha Sabha Pramana (GSP). Walaupun dilaksanakan secara luring, panitia tetap memastikan acara dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Dengan melakukan scanning melalui aplikasi PeduliLindungi dan Simaster UGM, peserta yang mengikuti kegiatan dipastikan merupakan mahasiswa UGM yang telah memenuhi protokol kesehatan.

Di hari pertama, antusiasme para mahasiswa cukup tinggi. Hal ini dibuktikan ketika menjelang malam, antrian yang panjang dan padat memenuhi tempat scanning—syarat utama bagi mahasiswa untuk bisa masuk mengikuti rangkaian acara Gelex. Belum lagi, terdapat keramaian mahasiswa yang berlalu lalang memenuhi stand UKM dan komunitas hingga stand makanan. Stand UKM dan komunitas yang ada di acara Gelex tahun ini terdiri dari 5 kelompok, yaitu sekber kesenian, sekber khusus, sekber olahraga, serta sekber komunitas, dan sponsor. 

Selain menyuguhkan fasilitas stand untuk mahasiswa pada hari pertama, panitia Gelex juga menampilkan atraksi dan pergelaran yang dibuka dengan seremoni pembukaan dengan mengusung tema “Kemilau Budaya Nusantara”. Seremoni ini dibuka dengan penampilan kolaborasi Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) dan UKM bela diri yang bertajuk Gelora Asa Dirgantara. Selanjutnya, acara diisi dengan berbagai penampilan yang memukau dari berbagai UKM, seperti orkestra dan bela diri yang mengambil perannya untuk membuat para penonton terpukau sehingga tertarik bergabung dengan mereka. Setelahnya, acara hari pertama ditutup dengan penampilan parade UKM yang telah berpartisipasi di hari tersebut.

Di hari kedua, acara mulai dibuka pada sore hari dengan penampilan suara dari  beberapa mahasiswa.  Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan Gelora Laga Ekspresi yang berisi permainan menarik seperti lomba balap karung. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penampilan dari berbagai macam pergelaran seni spektakuler oleh sepuluh UKM kesenian yang berkolaborasi. Acara pada hari kedua ditutup dengan sebuah gerakan salam dan terima kasih kepada penonton oleh sepuluh UKM Seni.

Memasuki hari ketiga, antusiasme pengunjung meningkat dengan pesat melebihi hari pertama. Rasa semangat yang dimiliki bukan tak beralasan, tentunya karena hari ketiga merupakan hari puncak acara Gelex 2022. Dengan antusiasme yang tinggi, pengunjung mulai mendatangi Lapangan Pancasila dari pukul 15.30 WIB guna menghindari antrian yang membludak. Hal tersebut terbukti dari pukul 16.30 WIB antrian untuk memasuki Lapangan Pancasila penuh dengan pengunjung. Antrian tersebut dimulai dari depan gedung GSP melewati gedung FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) hingga ke gedung perpustakaan UGM sampai ke Lapangan Pancasila. 

Tepat pada pukul 19.30 WIB, acara puncak sekaligus seremoni penutupan Gelex dimulai. Penampilan pertama acara tersebut dibawakan oleh kolaborasi antara Gamaband dengan salah satu UKM kesenian. Setelah acara pertama selesai, acara selanjutnya merupakan penampilan teater oleh UKM Teater Gadjah Mada dengan mengusung kisah “Cerita Klana Ksatria” yang mengandung makna kesetaraan gender. Kemudian, acara berganti dengan penutupan Gelanggang Expo 2022 secara simbolis dan berlanjut ke pentas terakhir dari UKM olahraga yang berkolaborasi oleh Gamaband. Hingga sampailah ke puncak acara terakhir sekaligus penutup dari pagelaran Gelanggang Expo 2022, yaitu penampilan Feel Koplo sebagai bintang tamu yang berhasil membuat penonton berjoget ria dan menjadikan suasana “pecah” sekaligus meriah. 

Tulisan oleh Dhiya Ul Hilal
Data oleh Wafa Nisrina Salsabila
Dokumentasi oleh Haykal Fahri Gibran
Tim Liputan Clapeyron (Hilal, Wafa, Haykal)

Artikel Terkait