Notice: Function is_tax was called incorrectly. Conditional query tags do not work before the query is run. Before then, they always return false. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/claw7223/public_html/wp-includes/functions.php on line 5833
Hari Air Sedunia: Peringatan Melalui Pemaknaan - Clapeyron
Beranda Berita Hari Air Sedunia: Peringatan Melalui Pemaknaan

Hari Air Sedunia: Peringatan Melalui Pemaknaan

oleh Redaksi

World Water Day atau Hari Air Sedunia merupakan peringatan dan pemaknaan oleh masyarakat dunia akan pentingnya air bersih serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia pertama kali disepakati pada sidang umum PBB ke-47 tahun 1992 di Rio De Janeiro, Brasil. Setahun kemudian, peringatan ini diselenggarakan di seluruh dunia untuk pertama kalinya dan kemudian diperingati setiap tahunnya dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan terhadap konservasi air. Kemudian, seluruh negara yang bergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gencar mensosialisasikan tentang Hari Air Sedunia.

Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Terjadinya perubahan ketersediaan air di bumi merupakan suatu konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipertimbangkan sebagai akibat dari perubahan iklim. Sumber daya air pada masa sekarang ini terkesan kehilangan tingkat keandalannya dalam mendukung ketahanan air bagi masyarakat. Hal ini tergambar dengan semakin seringnya terjadi permasalahan terkait sumber daya air hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pulau Jawa diperkirakan akan kehilangan hampir seluruh sumber air pada tahun 2040. Terlebih lagi, menurut Peneliti Geoteknologi LIPI, Heru Santoso, penyebab utama krisis air di Pulau Jawa adalah alih fungsi lahan dari area resapan menjadi pemukiman dan daerah industri serta perubahan iklim. Selain itu, pada saat beberapa daerah mengalami kekeringan, justru pada saat bersamaan beberapa daerah lain mengalami kelebihan air. Oleh karena itu, keseimbangan neraca air harus diusahakan demi tercapainya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.

Salah satu solusi yang harus diupayakan adalah peningkatan koordinasi dan sinkronisasi Sistem Informasi Sumber Daya Air dengan instansi lainnya sesuai dengan salah satu tujuan pengelolaan sumber daya air terpadu. Selain itu, pada hakikatnya, hal yang penting untuk dilakukan orang banyak adalah memaknai Hari Air Sedunia lewat tindakan nyata, misalnya membudayakan penghematan air.

Selamat memaknai Hari Air Sedunia!

Data dan tulisan oleh Ria Verensia
Gambar oleh Crysanda Faza K

Artikel Terkait