Notice: Function is_tax was called incorrectly. Conditional query tags do not work before the query is run. Before then, they always return false. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/claw7223/public_html/wp-includes/functions.php on line 5833
Bendung dan Bendugan : Serupa Tapi Tak Sama - Clapeyron
Beranda Infografik Bendung dan Bendugan : Serupa Tapi Tak Sama

Bendung dan Bendugan : Serupa Tapi Tak Sama

oleh Redaksi

Sobat Ero tentunya sering mendengar kata BENDUNGAN bukan? Sebuah infrastruktur yang beberapa tahun ke belakang banyak menjadi Proyek Strategis Nasional di penjuru Nusantara.

Namun, tahukah Sobat Ero, kalau bendungan mempunyai kembaran kecil yang memiliki nama serupa, tetapi sering disalahartikan oleh masyarakat umum?

Namanya ialah BENDUNG.

Bendung ialah bangunan pelimpah yang dibangun melintang sungai yang berfungsi untuk meninggikan muka air sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan irigasi dan/atau untuk mengendalikan dasar sungai, debit, dan angkutan sedimen.

Kementerian PUPR membagi bendung menjadi dua tipe, yakni Bendung Tetap dan Bendung Gerak.

Bendung Tetap

Bendung dengan elevasi mercu yang tetap.

Bendung Gerak

Bendung dengan pelimpah berupa pintu-pintu air yang dapat mengatur elevasi muka air sesuai kebutuhan.

Lalu apa bedanya dengan Bendungan?

Perbedaan utamanya ialah bendungan dibangun untuk menahan dan menampung air aliran sungai sehingga membentuk suatu waduk/reservoir. Pada Bendungan, air tidak boleh melimpah atau akan terjadi bencana. Sedangkan bendung tidak dibangun untuk menampung air, melainkan untuk meninggikan elevasi aliran sungai dan aliran tetap melimpah di atasnya.

Beberapa Bendung unik dan terkenal di Indonesia

Bendung Toili

Bendung tetap dengan pelimpah berbentuk gergaji ini berada di Sulawesi Tengah. Bentuk gergaji pada pelimpah digunakan untuk memperoleh debit limpah yang lebih besar.

Bendung Karangtalun

Bendung yang berada di Kab. Magelang ini merupakan hulu dari saluran yang melintasi Jogja, yakni Selokan Mataram, yang juga menghubungkan dua sungai besar, Sungai Progo dan Sungai Opak

Bendung Karet Tirtonadi

Bendung gerak ini sangat unik karena pelimpahnya berupa karet yang dapat mengembang-mengempis untuk mengontrol debit aliran Bengawan Solo sesuai kondisi yang ada—pada musim kemarau digunakan untuk menampung air dan digunakan untuk mengontrol debit aliran saat penghujan.

Data dan Tulisan oleh Sanitya Pralambang

Ilustrasi oleh Muhammad Khuzamy

Artikel Terkait