Asa yang Terhenti, Kini Bangkit Kembali: UGM FC “Kick For Glory”

UGM FC, Universitas Gadjah Mada Futsal Championship, merupakan kompetisi futsal yang diselenggarakan pada tanggal 11–21 September 2025 di Gor Pancasila, Universitas Gadjah Mada. Berbeda dari gelaran sebelumnya, tahun ini UGM FC tidak hanya membuka pendaftaran untuk kategori perguruan tinggi, tetapi juga untuk kategori SMA/K. “Mencari bibit-bibit unggul dan menjadi wadah pengembangan bakat minat adalah tujuan utamanya,” ucap Fernanda Fidel Muhammad, Koordinator Umum UGM FC. 

Namun, bukan hal yang mudah menyelenggarakan kompetisi futsal kategori SMA/K di Yogyakarta setelah vakum cukup lama. Kekhawatiran akan terulang kembalinya kisah pahit 8–9 tahun lalu, tragedi Putih Abu-Abu Futsal Yogyakarta, menjadi tantangan terbesar. Rasa cemas dan ketakutan terus membayangi pikiran bapak dan ibu guru di sekolah. Kertas bertuliskan surat komitmen yang ditandatangani seluruh pihak sekolah dan perwakilan suporter dari sekolah yang berpartisipasi menjawab itu semua. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak, seperti polisi setempat, K5L UGM, serta Asosiasi Futsal Provinsi DIY mampu mengurangi kekhawatiran pihak sekolah, walaupun tidak sepenuhnya. Matangnya persiapan meningkatkan optimisme para panitia untuk menyukseskan UGM FC ini.

Antusiasme yang luar biasa dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa respons mereka positif terhadap kompetisi ini. Bahkan, jumlah kuota pendaftar pun tidak cukup untuk memenuhi rasa penasaran dan haus akan kompetisi para siswa SMA/K di Yogyakarta. Alhasil, panitia harus memutar otak dalam menyaring dan mempertimbangkan tim yang akan berlaga di UGM FC. Fase knock-out dari awal hingga partai final menjadi ajang pembuktian peserta untuk menunjukkan kekuatan dan ketangkasannya dalam bermain futsal. Satu nyawa, satu pilihan, yaitu menang atau kalah. 

Hari terus berganti, laga terus berlanjut, dan satu per satu harus gugur. Menyisakan dua tim terkuat yang siap bertarung di partai final. Pertandingan sengit tersaji di babak final ketika SMAN 4 Yogyakarta berhadapan dengan SMKN 2 Depok. Saling berbalas gol serta tensi memanas hingga akhir laga, tetapi dominasi SMAN 4 Yogyakarta masih terlalu kuat hingga akhirnya SMAN 4 Yogyakarta menjadi juara di kompetisi ini. Latihan yang singkat, materi pemain kurang lengkap, serta minimnya persiapan bukan menjadi suatu halangan bagi mereka. Keringat kerja keras yang mengalir deras dibayar tuntas dengan satu piala kebanggaan. “Kuncinya adalah banyak berdoa dan minta doa restu Ibu,” ungkap Banyu Adyatma, Kapten SMAN 4 Yogyakarta.