Beranda Artikel Jambore Sungai 2016

Jambore Sungai 2016

oleh Redaksi

 

350832

Tim liputan Clapeyron melakukan liputan tentang Jambore Sungai 2016 pada Sabtu (27/8) yang berlokasi di Youth Centre Yogyakarta. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan masyarakat umum maupun komunitas tentang betapa pentingnya sungai bagi kehidupan kita.

Acara dibuka oleh perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gubernur DIY memberi pesan agar komunitas-komunitas yang ada di Yogya terutama komunitas sungai dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli tentang sungai.

Masyarakat harus mencintai sungai, karena sungai adalah sumber daya yang luar biasa potensial untuk digunakan oleh masyarakat. Pendidikan tentang sungai juga harus ditanamkan sejak kecil. ”Siswa jangan hanya diberi pengetahuan tentang larangan membuang sampah sembarangan, tetapi juga praktik lapangan tentang mencintai sungai.” Ujar Romo Tirun, budayawan DIY.

350831

Menurut Ir. Tri Budi Utomo, M.T. , sungai jangan hanya diurus pada hilirnya. Sungai juga perlu diberi perlakuan yang baik sejak saat di hulu. Potensi sungai yang besar ini harus menjadi barakah, jangan sampai sungai menjadi bencana besar yang dapat merugikan umat manusia.

Manusia saat ini memang menjadi perusak utama sungai. Kurangnya kontrol pemerintah dalam memberikan izin, membuat sungai semakin kotor. Ketua LSM ECOTON, Prili Arisandi menegaskan bahwa kita sebagai komunitas atau masyarakat harus tegas terhadap pemerintah. Selain bertumpu pada pemerintah, masyarakat juga harus membuat komunitas-komunitas daerah sungainya. Hal ini bertujuan untuk membentuk program pelestarian sungai.

350830

Selain acara seminar, Jambore Sungai 2016 juga mengadakan kelas sungai yang ditujukan untuk umum dan anak-anak pramuka di DIY. Kelas sungai ini terdiri dari kelas edukasi, kelas menulis, kelas siklus hidrologi, kelas teknologi terapan, dan kelas pengurangan risiko bencana.

Semoga dengan adanya Jambore Sungai 2016 ini masyarakat dapat lebih sadar dan tergerak untuk memanfaatkan potensi sungai dengan maksimal.

Tim Liputan Clapeyron
Muhammad Ali Akbar

Artikel Terkait