Beranda Berita Dies Natalis ke-72 Universitas Gadjah Mada: Rekam Jejak Kontribusi UGM Menangani Covid-19

Dies Natalis ke-72 Universitas Gadjah Mada: Rekam Jejak Kontribusi UGM Menangani Covid-19

oleh Redaksi

“Door het geven wordt men rijk”. Ungkapan berbahasa Belanda yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia kurang lebih menjadi “Dengan memberi maka seorang justru menjadi makin kaya” adalah sebuah filosofi kehidupan Prof. Dr. Sardjito, M.D., M.P.H., salah satu pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM). Semangat Dr. Sardjito dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan adalah bentuk pengabdiannya terhadap kemaslahatan bagi manusia.

Tepat 72 tahun yang lalu, 19 Desember 1949, merupakan hari lahirnya Universitas Gadjah Mada sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, universitas kerakyatan, dan universitas pusat kebudayaan. Semangat Dr. Sardjito dalam dunia pengembangan ilmu pengetahuan sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat masih tetap tercermin dalam kiprah UGM hingga saat ini.

Di tengah badai pandemi Covid-19, UGM hadir memberikan kemampuan dan dedikasi terbaiknya untuk berjuang menyelesaikan pandemi Covid-19 ini. Berikut semangat dan dedikasi UGM yang dipotret dalam bingkai setahun perjalanan sebagai wujud pengabdiannya menangani pandemi Covid-19.

Januari 2021: Pembuatan GeNose C19
GeNose C19 merupakan alat yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan dan kecerdasan buatan untuk membedakan pola senyawa yang dideteksi. Dalam hal ini, GeNose C19 dapat membedakan pola senyawa dari volatile organic compound (VOC) napas manusia yang terinfeksi Covid-19 dengan yang tidak. GeNose C19 versi screening yang merupakan hasil kolaborasi tim ahli lintas bidang ilmu di UGM ini dapat melakukan skrining cepat infeksi virus SARS-CoV 2 melalui embusan napas pasien.

Februari 2021: Peresmian Penggunaan GeNose C19 sebagai Alat Screening Covid-19 di Stasiun Tugu Yogyakarta
GeNose C19 sebagai alat pendeteksi Covid-19 temuan tim peneliti UGM yang dipimpin oleh Prof. Kuwat Triyana melaksanakan soft launching implementasinya di Stasiun Tugu Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 2021. Dalam soft launching-nya, beberapa testimoni penumpang kereta api menilai bahwa penggunaan GeNose C19 ini relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tes rapid antigen dan PCR. Penggunaannya pun lebih nyaman dan mudah dipahami.

Maret 2021: CIMEDs FT UGM Kembangkan Purwarupa Pelindung Muka untuk Mencegah Covid-19
Tingginya permintaan akan kebutuhan alat pelindung diri di tengah pandemi Covid-19 menggerakkan CIMEDs (Center for Innovation of Medical Equipments and Devices) Fakultas Teknik UGM untuk membuat pelindung wajah (face shield) yang diperuntukkan kepada para tenaga medis. Pelindung wajah ini dikenal dengan nama Purwarupa yang dapat melindungi tenaga medis dari percikan cairan ataupun embusan napas secara langsung dari pasien pengidap Covid-19. Adapun, perancangan Purwarupa ini telah mengikuti petunjuk deskripsi dan spesifikasi yang disyaratkan oleh World Health Organization (WHO)

April 2021: UGM Kembangkan Bilik Disinfektan Virus Covid-19 Berbasis Udara Panas
Departemen Teknik Mesin dan Industri FT UGM membuat bilik dengan basis aliran udara panas guna mengatasi berbagai kelemahan dalam bilik aerosol yang sudah ada sebelumnya. Pengembangan bilik disinfektan berbasis udara panas ini terdiri dari dua chamber atau ruangan. Ruangan pertama berfungsi sebagai ruangan walkthrough yang bertugas untuk menguapkan droplet pada permukaan baju, peralatan, dan kulit manusia. Sementara itu, ruangan kedua berfungsi sebagai ruangan pembunuh virus yang dirancang mampu mencapai temperatur 130 derajat celsius.

Mei 2021: Kolaborasi FT dan FK-KMK UGM dalam Merancang Viona (Ultraviolet Pembasmi Corona)
Selama pandemi, kebutuhan terhadap masker N95 untuk tenaga medis makin meningkat, padahal ketersediaan masker ini sangat terbatas dan harganya terus melambung tinggi. Akibatnya, banyak tenaga medis yang terpaksa menggunakan ulang maskernya. Oleh karena itu, sterilisasi masker N95 sebelum dipakai kembali menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerja sama merancang alat UV box untuk keperluan sterilisasi masker N95. UV box yang diberi nama Viona ini memanfaatkan kekuatan iradiasi ultraviolet-C (UV-C) untuk melakukan dekontaminasi bakteri dan virus. Dosis yang diberikan dalam UV box ini dapat membunuh sebagian besar bakteri dan virus dengan efek samping minimal pada lapisan filter masker N95 sehingga lebih aman untuk digunakan secara berulang.

Juli 2021: Alumni Aktivis Gelanggang Mahasiswa UGM Lahirkan Gerakan Penggalangan Donasi Peti Mati
Di tengah krisis ketersediaan peti mati—sebagai akibat dari peningkatan angka kematian pasien Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)—lahir sebuah gerakan penggalangan donasi peti mati yang dimotori oleh mayoritas para alumni aktivis Gelanggang Mahasiswa UGM. Donasi ini digunakan untuk membeli bahan mentah pembuatan peti yang kemudian dirakit secara langsung. Tak sembarang dirakit, perakitan peti mati ini sendiri telah menggunakan standar yang dipakai untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19 sehingga jenazahnya tidak terakses langsung dari luar.

Agustus 2021: UGM Kembangkan Alat Penyimpan Vaksin Covid-19
Sejalan dengan rencana pemerintah dalam menggalakkan program vaksinasi nasional untuk menghadapi pandemi Covid-19, UGM melalui lima orang mahasiswanya berhasil mengembangkan Smart Vaccine Tube, sebuah kotak penyimpanan vaksin berbasis teknologi super thermos. Dalam Smart Vaccine Tube, terdapat wadah vaksin yang dibuat menggunakan teknologi 3D printing. Wadah ini berfungsi sebagai dudukan vaksin agar terhindar dari goncangan selama pendistribusian. Kotak penyimpanan vaksin ini memiliki biaya yang terjangkau dengan karakteristik penyimpanan cukup lama sekaligus hemat energi sehingga dapat mempercepat akselerasi program vaksin nasional, terutama ke daerah terpencil seperti daerah 3T.

September 2021: UGM Gelar Vaksinasi Massal di Sekitar Hutan Wanagama
Dalam langkah menanggulangi pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo memaparkan dua langkah strategis yang dilakukan pemerintah, yakni mempercepat vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan. Oleh karena itu, UGM melalui tim satgas Covid-19 UGM berkolaborasi dengan Polisi Republik Indonesia (Polri) untuk menggelar kegiatan vaksinasi merdeka. Melalui kegiatan ini, diharapkan nantinya terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus Covid-19 sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Dedikasi dan totalitas UGM dalam mengabdi kepada masyarakat untuk kebaikan umat manusia tentunya tak berhenti di situ saja. Semangat untuk menjadi pelopor perguruan tinggi yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, serta dijiwai oleh nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila akan terus digalakkan demi tercapainya misi UGM sebagai universitas kerakyatan.

Selamat Dies Natalis yang ke-72 Universitas Gadjah Mada! Tetaplah berkarya dan menjadi kampus penumbuh kepedulian pada sesama dan yang terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan!

Tulisan oleh Giovanni Serena Siahaan
Data oleh Satria Handar Pratista
Gambar oleh Rafi Hanan

Artikel Terkait