Beranda Artikel Stadion Indoor Terbesar di Indonesia dengan Teknologi Modern dan Pembangunan Berbasis Komputer AI, IMS

Stadion Indoor Terbesar di Indonesia dengan Teknologi Modern dan Pembangunan Berbasis Komputer AI, IMS

oleh Redaksi

Terpilihnya menjadi tuan rumah piala dunia bola basket oleh Fédération Internationale de Basketball (FIBA) 2023, bersama Jepang dan Filipina, mendorong Indonesia membangun fasilitas baru sebagai sarana perhelatan acara akbar tersebut. Sebelumnya, Indonesia hanya punya Istora Gelora Bung Karno yang berkapasitas 7.500 orang untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Pembangunan infrastruktur ini juga merupakan bagian dari dukungan pembinaan atlet nasional agar dapat lebih berprestasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno memutuskan menggunakan lahan landasan helikopter di antara Lapangan Panahan dan Hall Basket sebagai lokasi pembangunan sarana baru ini. Apakah Sarana baru yang dimaksud?

Mengenal Indoor Multifunction Stadium Senayan (IMS)

Terletak di Blok 10 Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), fasilitas baru yang dimaksud adalah Indoor Multifunction Stadium Senayan (IMS) atau disebut juga Indonesia Arena. Luas lahan yang digunakan untuk pembangunan adalah 30.270 m2 milik Kementerian Sekretariat Negara di bawah pengelolaan PPK-GBK. 

Ada beberapa standar dari FIBA yang harus dipenuhi mengingat stadion ini akan digunakan untuk menunjang pelaksanaan piala dunia basket. Standar pembangunan tersebut adalah harus dalam ruang tertutup atau indoor dan memiliki kapasitas penonton sebanyak 16.000. Agar sesuai dengan apa yang direncanakan dan yang diperlukan, pembangunan stadion IMS juga didampingi oleh pihak Perbasi dan FIBA.

IMS sendiri memiliki luas tapak bangunan sebesar 21.304 m2  dan luas total bangunan mencapai 50.398 m2 yang terdiri dari lima lantai dengan fungsi pokok sebagai satu lapangan basket utama dan dua lapangan latihan. Selain lapangan, fasilitas lain seperti dressing room dengan kolam untuk  berendam, royal box VVIP stand (tribun VVIP), dan press room juga disediakan. 

Dengan luas yang cukup besar, stadium ini mampu menampung kapasitas penonton melebihi standar yang ditetapkan oleh FIBA, yaitu sejumlah 16.253 orang. Stadion ini menerapkan konsep yang multifungsi. Meskipun tujuan utama IMS adalah sebagai fasilitas piala dunia basket, stadion ini juga dapat mendukung cabang olahraga lain, seperti bulu tangkis, tenis, MMA, atletik, bahkan aktivitas nonolahraga, seperti konser musik, seminar hingga pertunjukan khusus.

IMS mempunyai keunggulan teknologi modern seperti telescope tribune. Telescope yang dimaksud di sini merupakan tempat duduk yang dapat ditarik kembali dan disimpan di dinding atau di bawah panggung. Sistem ini memungkinkan untuk penggunaan ruang yang lebih bervariasi. Selain itu, beberapa sistem memungkinkan tempat duduk dapat dipindahkan sehingga dapat disesuaikan sepenuhnya untuk tiap acara yang berbeda. Dengan demikian, teknologi ini dapat menciptakan lingkungan tontonan yang optimal untuk semua jenis dan skala acara. 

Tribun berteknologi teleskopik berada pada tier 1, sedangkan tier 2-3 berbentuk permanen. Teknologi teleskopik yang ada memungkinkan ukuran lapangan dapat diperbesar dari 77 meter 47 meter menjadi 80-85 meter 46-55 meter dengan mengatur dan menyesuaikan tata letak bangku penonton.

Desain konstruksi IMS yang terdiri dari empat lantai tribun ini dilengkapi dengan atap space frame atau struktur rangka ruang. Kriteria standar internasional yang dituntut seperti meminimalisasi jumlah kolom dan desain yang cantik harus dapat dipenuhi. Permasalahannya adalah pada besarnya bentang atap lapangan ini. Oleh karena itu, penerapan konstruksi space frame dilakukan untuk perancangan bentang lebar yang diperlukan pada atap tersebut.

Konstruksi IMS

Pembangunan IMS dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak atau multi year contract (MYC) tahun 2021-2023. Desain dari IMS ini dikerjakan oleh tiga firma arsitektur dalam negeri, yaitu Aboday, Alien Design Consultant, dan Svein Studio. Dengan nilai kontrak sebesar Rp639,1 miliar dari dana APBN, IMS mulai dibangun sejak bulan April 2021. PT Adhi Karya, PT Nindya Karya, dan PT Penta (KSO) dipercaya untuk menjadi kontraktor proyek ini.

Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pekerjaan struktural, arsitektural, mekanikal dan elektrikal. Selain itu, para kontraktor juga melaksanakan pembangunan lapangan dan peralatan pertandingan, lapangan latihan, ruang ganti, tribun, royal box, sistem pencahayaan, akustik, sound system, visual system. Lebih dari itu, ternyata pembangunan ini juga mencakup pekerjaan untuk ticketing, sistem proteksi kebakaran, sistem transportasi dalam gedung, serta pemenuhan kriteria bangunan hijau.

Terhitung sejak Februari 2023, pembangunan struktural dan konstruksi IMS sudah selesai. Saat ini, pembangunan berfokus pada pekerjaan mekanikal dan elektrikal, interior stadion, serta beberapa pekerjaan arsitektural seperti insulasi. Pembangunan IMS ditargetkan akan rampung dan dapat difungsikan pada bulan Juni 2023. 

Namun, disela pelaksanaan pembangunan, diadakan acara topping-off pada Januari 2023 lalu. Acara topping-off ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Acara tersebut menandakan berakhirnya kegiatan konstruksi dan akan dilanjutkan dengan kegiatan finishing hingga selesai sepenuhnya pada bulan Juni.

Konstruksi IMS dilakukan dengan teknologi berbasis komputer artificial intelligence (AI). Pembangunan ini merupakan kali pertama pengerjaan konstruksi dengan sistem 7D oleh Menteri PUPR. Pembangunan IMS dilaksanakan dengan teknologi konstruksi Building Information Modelling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. Teknologi BIM yang digunakan dengan maksud untuk memudahkan melakukan pengawasan dan dapat mengakselerasi pembangunan. 

Konsep green building juga menjadi keunggulan pembangunan IMS yang berbasis lingkungan, melalui penghijauan yang lebat dan terletak di tengah kota. Pembangunan IMS ini memanfaatkan cahaya dan memperhatikan sirkulasi udara untuk meminimalkan energi yang digunakan. Selain itu, air juga ditampung agar dapat digunakan kembali untuk kebutuhan lainnya, seperti penyiraman tanaman, sehingga dapat menghemat konsumsi air tanah atau PDAM. 

Presiden Joko Widodo berkeinginan untuk terus membangun Jakarta dan melengkapinya dengan fasilitas-fasilitas yang setara dengan kota-kota lain yang ada di dunia. IMS ini merupakan salah satu fasilitas nasional yang dimaksud, karena selain untuk menunjang kegiatan piala dunia basket 2023, juga dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain.

Dengan nilai pembangunan stadion mencapai Rp639,1 miliar yang diperoleh dari dana APBN, Menteri PUPR Basuki berpesan agar stadiun ini dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi pendukung perkembangan atlet-atlet Indonesia untuk dapat meningkatkan prestasi di kancah internasional.

Tulisan Oleh Hakan Malika Anshafa
Data Oleh Faris Mishbahul Ma’ruf
Ilustrasi Oleh Bintang Gunindra Aryandaru

Artikel Terkait